WAKIL BUPATI KABUPATEN BATANG : INDONESIA BUTUH ASN YANG BERINTEGRITAS

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on linkedin

Wakil Bupati Kabupaten Batang, Suyono, S.IP, M.Si ungkapkan Indonesia butuh Aparatur Sipil Negara yang berintegritas demi harga diri bangsa. Kalimat tersebut ia sampaikan saat meninjau tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun foramsi 2019 di Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Tes SKD CPNS untuk wilayah Kabupaten Batang diikuti 4160 peserta dan tersedia 244 formasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Udinus, tepatnya di laboratorium komputer Udinus, yang berada di gedung D lantai 2 dan lantai 3. SKD  CPNS tahun formasi  2019 menggunakan sistem Computer Assistant Test (CAT) dan dalam sehari, terdapat sekitar 4-5 sesi.

Didepan ratusan peserta pada sesi kedua, Wakil Bupati Kabupaten Batang, Suyono,S.IP, M.Si mengajak seluruh peserta agar selalu optimis dalam tes hari ini. Menurutnya optimisme harus dimiliki seluruh peserta karena dengan hal tersebut kepercayaan diri peserta meningkat. Ia juga menerangkan bahwa aparatur sipil negara merupakan pembantu masyarakat. “ASN merupakan aset bangsa dan juga tugas utama melayani masyarakat luas. Maka dari itu menjadi ASN harus jujur, menjunjung tinggi integritas  karena itu merupakan harga diri bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut hadir pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, H. Nur Untung Slamet, SE dan didampingi oleh Ketua Panitia Tes CAT CPNS dari Udinus, Mohamad Sidiq S.Si, M.Kom serta dari Perwakilan Kantor Regional I Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Yogyakarta,  BKN Sri Widayati.

Ditemui selepas melakukan kunjungan di lokasi tes SKD CPNS di laboratorium Udinus, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, H. Nur Untung Slamet, SE menjelaskan sistem CAT yang diterapkan pada saat ini sangatlah transparan. Namun ia mengingatkan kepada seluruh peserta tetap memanjatkan doa kepada sang Pencipta. “Doa menjadi kekuatan tersendiri jadi para peserta tetap terus berdoa dan berpasrah diri kepada sang Pencipta. Semoga doa itu bisa diberikan yang terbaik. Namun jika peserta gagal pada tes ini, jangan takut untuk  terus mencoba,” tegasnya. (*Humas Udinus)